Unit PERTANIAN KOTA (KRPL) ” HARMONI “

Kontribusi Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari Dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat.

Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi menuntut pemenuhan penyediaan makanan dan perluasan daerah pemukiman. Peningkatan konversi lahan membuat masyarakat untuk melakukan alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi di lahan yang sempit yaitu dengan pemanfaatan pekarangan. Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program dari Kementerian Pertanian. Pengembangan KRPL menjadi salah satu alternatif dengan menggunakan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, gizi keluarga, dan peningkatan pendapatan yang pada hasil akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga mampu mewujudkan kemandirian masyarakat. Salah satu kawasan perumahan yang menerapkan KRPL secara swadaya di Kawasan Perumahan Pondok Pekayon Indah Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan. Sebagian besar masyarakat belum melakukan optimalisasi pekarangan dan pengembangan pertanian. Pengetahuan masyarakat terhadap manfaat pekarangan juga masih kurang khususnya mutu dan gizi pangan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kontribusi pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk

(1) mengidentifikasi persepsi masyarakat mengenai KRPL;

(2) mengidentifikasi manfaat fisik dari adanya KRPL dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga;

(3) mengestimasi biaya dan manfaat dari KRPL; dan

(4) mengevaluasi keberlanjutan KRPL.

DSC09518

Konsep KRPL sejatinya bukan barang baru. Pada era Orde Baru, kita mengenal istilah apotek hidup, sebuah gerakan menanam tanaman obat-obatan di pekarangan rumah. Saat itu, tidak semua masyarakat bisa dengan mudah mengakses puskesmas ketika sakit.

Lahan Sempit

Pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketersediaan serta diversifikasi pangan. Nah, seberapapun lahan pekarangan yang ada, bisa untuk menghasilkan pangan dari rumah, karena untuk warga yang memiliki lahan terbatas bisa tetap menanam dengan teknik vertikultur.

 

1017386_n

PEMBIBITAN SAYURAN PADA M-KRPL Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan konsep model rumah pangan yang dibangun dalam suatu kawasan (RT/RW/dusun/desa) yang terdiri atas 20-30 Kepala Keluarga (KK) dengan prinsip mewujudkan kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan perkarangan. Pengembangan KRPL ini diimplementasikan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, baik di perkantoran maupun di perdesaan, dengan menerapkan budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman obat keluarga (toga), budidaya ikan dan ternak.

 cats cats 0  cats 1   DSC03177 DSC03180    DSC03318 DSC03313

DSC02756

Pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selain itu, KRPL juga mencakup upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil. Lokasi di RT.004 RW.011 Perumahan Pondok Pekayon Indah Bekasi Selatan.

DSC03210 DSC03218

cats 1

Tujuannya adalah membuat konsumsi pangan masyarakat lebih beragam sehingga asupan gizi lebih berimbang dan menekan pengeluaran untuk kebutuhan makan harian antara Rp 200.000 sampai Rp 800.000 per bulan. KRPL tidak hanya untuk warga pemilik pekarangan di desa, tetapi juga di kota dengan pola tanam vertikal.

Picture2512065859_916600235096106_8654447082169430208_ncatsDSC00028 DSC00029  DSC00036 DSC00043 DSC00044 DSC00047 DSC00066

Program Rumah Pangan Lestari ini merupakan kegiatan yang mendorong warga untuk mengembangkan tanaman pangan maupun peternakan dan perikanan skala kecil dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Jadi, ini merupakan terobosan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketersediaan serta diversifikasi pangan. Nah, seberapapun lahan pekarangan yang ada, bisa untuk hasilkan pangan dari rumah, karena untuk warga yang memiliki lahan terbatas bisa tetap menanam dengan teknik vertikultur.

DSC09361 Kcl

Jangan sampai kita ”terperangkap” dalam program-program jangka pendek, tetapi mengabaikan sumber daya lahan yang menjadi modal bagi ketahanan dan kemandirian pangan nasional pada masa mendatang.

Tips Cara Berkebun Sayuran Organik Bagi Pemula

Ketahanan Pangan

DSC01255 DSC01234 DSC01249 DSC02832 DSC02833 DSC02834

Seperempat hingga sepertiga makanan di dunia terbuang percuma. Terdiri dari: terbuang/susut saat transportasi, proses produksi, penyimpanan, and last but not least konsumsi.

Areal Sawah Terus Menyusut, Kementan: Tunggu Saja Kehancuran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *