Unit Bank Sampah ” LESTARI “

Bank Sampah

Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara kita memandang dan memperlakukan sampah. Sudah saatnya kita memandang sampah punya nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma. Pelaksanaan Bank Sampah dan Gerakan 3R adalah langkah nyata kita membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah. Pengembangan Bank Sampah harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan.

Slide10 Slide11Slide24Slide6Slide27Slide7Slide28

System Komunal

Petugas mendatangi Tempat Penampungan Sampah terpilah disetiap Rumah Tangga

Slide3

Pengambilan sampah dilakukan 2 kali dalam seminggu

Slide4

Untuk mengelola bank sampah, Anda harus bekerja dengan hati. Sebab, Anda akan berhadapan dengan rakyat, orang kecil yang tidak punya banyak uang. Bisa jadi, karyawan Anda juga mungkin penduduk setempat. Anda memerlukan kesabaran dan rasa kemanusiaan yang tinggi. 

Slide5 Slide4 Slide5 Slide6 Slide7Slide2Pengembangan Bank Sampah LestariSlide1Slide20 Slide12

Seorang pengelola bank sampah harus bisa menjadi penggerak sosial. Perlu disadari, bahwa orang pada umumnya malas mengumpulkan sampah, kecuali ada insentif ekonominya, yaitu uang imbalan. Oleh sebab itu, bank sampah umumnya dibuat di perkampungan, bukan di kompleks perumahan mewah.

Slide9 Slide8 Slide13

Tantangan di masa datang dalam pengelolaan sampah ini adalah :

  1. Peningkatan jumlah sampah di perkotaan yang sangat cepat/eksponensial seiring dengan cepatnya pertambahan jumlah penduduk serta disebabkan oleh pola konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan.
  2. Publik, yaitu masyarakat, dunia usaha dan juga pemerintah yang relative masih rendah tingkat kesadaran dan pengetahuannya dalam mengelola sampah.
  3. Permasalahan tempat pengolahan atau pembuangan sampah yang selain terbatas juga menimbulkan kerawanan social serta berdampak terhadap nilai dan fungsi lingkungan hidup.
  4. Pendekatan pengelolaan yang cenderung masih mengedepankan end of pipe (kumpul-angkut-buang)

Sanggupkah Indonesia Bebas Sampah Thn 2020

Gerakan “Bank Sampah” di Masyarakat

Bank Sampah adalah sebuah kreasi inovatif yang dilakukan masyarakat dalam memanfaatkan nilai ekonomi yang terkandung dalam sampah, dan secara tidak langsung dapat mengurangi sampah yang dibuang. Seperti halnya bank lainnya yang kita kenal, bank sampah ini ada manajemen pengelolanya, ada nasabahnya dan ada pencatatan pembukuannya. Apabila dalam bank yang biasa kita kenal yang disetorkan nasabah adalah uang maka dalam Bank Sampah yang disetorkan “nasabah”nya adalah sampah yang dipandang bernilai ekonomis. Kemudian pengelola Bank Sampah harus melakukan upaya kreatif dan inovatif agar sampah-sampah yang dihimpun dari “nasabah” dapat menjadi uang. Oleh karena itu, pengelola Bank Sampah tersebut harus merupakan orang-orang yang kreatif dan inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan.

Bank Sampah ini bisa dikembangkan dalam skala RW, Kelurahan,  komunitas sekolah, atau disesuaikan dengan kemampuan pengelola itu sendiri. Program Bank Sampah ini telah banyak dikembangkan baik oleh komunitas warga maupun sekolah di luar. Salah satu RW di Kelurahan Pekayon Jaya Bekasi Selatan misalnya warganya telah memiliki Bank Sampah dan setiap warga berperan aktif baik sebagai “nasabah” maupun sebagai pengelolanya.

Sampah memang bisa jadi masalah lingkungan bila tidak ditangani dengan baik apalagi bila sudah terakumulasi dalam skala kota. Namun demikian sampah bisa menjadi berkah bila “beraliansi” dengan tangan-tangan kreatif dan inovatif. Untuk itu maka dalam rangka mengurangi sampah yang akhir-akhir ini menjadi ancaman setiap kota khususnya Kota Bekasi, maka perlu dilakukan sebanyak-banyaknya “aliansi” sampah dengan masyarakat. Dengan tangan-tangan kreatif dan pemikiran-pemikiran inovatif ternyata sampah yang selama ini sering dianggap masalah, bagi mereka justru menjadi berkah. Untuk itu tidak berlebihan kiranya apabila mereka saat ini memiliki motto : “Lebih Baik Hidup dari Sampah dari Pada Hidup Menjadi Sampah”.

5 langkah sukses mendirikan Bank Sampah, yaitu Sosialisasi awal, Pelatihan teknis, Pelaksanaan sistem, pemantauan dan evaluasi. Bank Sampah sendiri artinya suatu system pengelolaan sampah secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif di dalamnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *