SEMINAR HIDUP SEHAT

Tujuan diadakannya seminar ini yaitu untuk memberikan pengertian yang benar kepada masyarakat tentang mengapa setiap manusia seharusnya menjadi vegetarian dan hubungan vegetarian dengan kesehatan dan lingkungan hidup. “Manusia hendaknya menyadari bahwa alam sedang bekerja untuk membawa manusia kembali ke alam sucinya dan memenuhi panggilan hati nuraninya untuk mewujudkan cinta kasihnya.

Semakin meningkatnya kasus PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti penyakit jantung, stroke dan kanker mendorong masyarakat mulai melirik pola makan vegetarian. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dalam seminar.

IMG_20150423_071152

Menyadarkan masyarakat agar merubah kebiasaan makan menuju Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), dimana setiap anggota keluarga sadar akan kebutuhan makanan yang beraneka ragam, untuk kesehatan diri dan keluarganya. Bagi kelompok Vegetarian, pola makan serta pilihan mengkonsumsi jenis makanan tertentu, sangat kami hargai. Apalagi hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup, khususnya untuk mencegah terjadinya Penyakit Tidak Menular. Kami mengharapkan agar edukasi gizi yang dilakukan oleh kelompok Vegetarian ini dapat mendorong penurunan prevalensi Penyakit Tidak Menular yang akhir-akhir ini cenderung semakin meningkat prevalensinya ke usia yang lebih muda.” ”Gaya Hidup Sehat Alami dan Ramah Lingkungan yang dijalankanoleh Kelompok Vegetarian sejalan dengan semangat dunia “Back to Nature” atau kembali ke alam, dimana mempromosikan kembali penggunaan bahan pangan lokal yang sehat, seimbang dan sesuai dengan budaya setempat, sangat kami dukung. Karena dengan pola konsumsi yang menggunakan bahan nabati, akan menghindari konsumsi kolesterol dan lemak jenuh. Namun perlu diperhatikan sumber bahan makanan spesifik untuk pemenuhan seluruh kecukupan zat gizi, karena ada beberapa zat gizi tertentu yang penting untuk metabolisme tubuh tetapi dalam jumlah terbatas pada pangan nabati.

  Seminar tgl 11.06.2015 di UnismaSeminar tgl 11.06.2015 di Unisma 0Slide15 Obesitas dan kelebihan berat badan yang dialami oleh balita vegetarian dan non vegetarian dalam penelitian ini dapat disebabkan oleh kelebihan asupan energi daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan energi oleh tubuh akan diubah menjadi lemak yang akan disimpan sebagai jaringan lemak di bawah kulit dan pada organ-organ lain. Kelebihan energi dapat terjadi sebagai akibat dari asupan energi yang berlebihan, penggunaan energi yang kurang (aktivitas fisik kurang) atau kombinasi dari keduanya. Obesitas pada anak perlu diwaspadai, karena jika berlanjut hingga dewasa biasanya lebih sulit diatasi, mungkin karena faktor penyebab yang sudah menahun dan sel-sel lemak yang sudah bertambah banyak dan bertambah besar ukurannya. Obesitas membahayakan kesehatan karena dapat mempermudah terjadinya penyakit-

penyakit lain dan mempersulit penyembuhan beberapa penyakit seperti artritis, hipertensi, diabetes melitus, dan lain-lain. Untuk itu, balita yang menderita obesitas perlu dimotivasi untuk melakukan aktivitas fisik (olahraga) yang teratur. Diet yang dilakukan hendaknya mencukupi zat gizi, kecuali kalori memang perlu dikurangi untuk menurunkan berat badan, tetapi tidak sampai mengganggu aktivitas dan pertumbuhan balita. Mengingat sudah terdapat balita vegetarian maupun non vegetarian yang menderita obesitas, maka penyuluhan tentang bahaya obesitas dan pengetahuan gizi perlu dilakukan kepada para ibu balita baik oleh IVS (Indonesia Vegetarian Society) atau instansi pemerintah seperti Departemen Kesehatan atau institusi seperti perguruan tinggi.

 

Drs. Susianto, MKM

Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society

Sekjen Asian Vegetarian Union

Koord. International Vegetarian Union – Asia Pasifik

 

Slide2

7 Kebiasaan sehat yang menyelamatkan bumi

Sedikit pemikiran, aksi, dan kebiasaan manusia mempengaruhi kondisi planet bumi. Untuk itu, mulai sekarang sebaiknya Anda membiasakan diri untuk melakukan kebiasaan sehat seperti berikut ini untuk menyelamatkan planet.

1. Kurangi konsumsi daging

Untuk memproduksi satu kilogram daging, ada begitu banyak emisi karbon yang dihasilkan. Seperti yang kita ketahui, emisi karbon berperan besar dalam meningkatkan pemanasan global. Jadi kurangi konsumsi daging untuk menurunkan emisi karbon sekaligus menyelamatkan planet dari pemanasan global dini.

2. Kurangi porsi makan

Daripada mengambil porsi makan dalam jumlah besar namun tidak mampu menghabiskannya, sebaiknya kurangi porsi makan tersebut. Sebab mengonsumsi banyak makanan juga berarti banyak biaya yang dikeluarkan. Selain itu, membuang makanan sisa juga akan menambah sampah di dunia ini.

3. Banyak makan sayur dan buah

Para ahli sering menyarankan agar kita makan banyak buah dan sayur untuk menjaga kesehatan. Namun membiasakan diri untuk melakukan hal itu ternyata juga bisa menyelamatkan planet. Sebab sering makan buah dan sayur akan mengurangi konsumsi daging yang secara tidak langsung menurunkan risiko emisi karbon.

4. Pilih daging organik

Daging organik didapat dari binatang yang dikembangbiakkan secara ramah lingkungan tanpa menggunakan obat-obatan atau antibiotik tertentu. Jadi pilih daging organik jika memang Anda sulit meninggalkan konsumsi daging jika ingin menyelamatkan planet.

5. Beli makanan segar

Hindari makanan yang sudah diproses atau diolah menjadi produk lain. Lebih baik membeli makanan segar yang jauh lebih menyehatkan. Sebab makanan olahan pasti membutuhkan banyak biaya dan energi. Sehingga Anda bisa berkontribusi menghemat energi tersebut melalui kebiasaan membeli makanan segar.

6. Hindari restoran cepat saji

Restoran cepat saji identik dengan bungkus makanan yang terbuat dari plastik atau styrofoam yang sulit dihancurkan oleh tanah. Jadi hindari kebiasaan makan di restoran cepat saji agar Anda juga tidak termasuk orang-orang yang menambah sampah di planet ini.

7. Hindari penggunaan plastik

Selain menghindari restoran cepat saji, Anda juga perlu menjauhi kebiasaan menggunakan plastik di kehidupan sehari-hari. Alasannya sama, jangan menambah sampah yang sulit dicerna oleh tanah di bumi ini.

Itulah berbagai kebiasaan sehat yang menyelamatkan planet. Lakukan mulai diri sendiri, sedikit demi sedikit, sekarang juga.

Sumber : www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *